Jumat, 02 April 2010

Tentang Syirik

Dalam suasana ndopokan (obrolan) Kang Tumino yang hobi ziarah kubur mengungkapkan kegelisahan hatinya pada kawan-kawannya.

"Kyeh Kang, aku pernah denger gosip kalo orang yang ziarah kubur bisa melakukan perbuatan syirik. Maksudnya sih gimana yah?" Tanya Kang Tumino.

Salah satu temannya merespon, "wah, ane kurang tau tuh. yang ane tau syirik itu menyekutukan Allah, ngadain sesembahan pada selain Allah."
"Lah menurun sampean gimana Kang Bejo?" Tanya teman tersebut.

"Yaa kalo ane sih nggak mau ribet-ribet. Selagi ziarah kubur itu niatnya ittiba' sunnah (melakukan sunah Nabi saw) itu sah-sah saja. Tapi kalo ziarah kuburnya untuk minta macem-macem kepada Ahli kubur, menyakini bahwa si Ahli kubur bisa mengabulkan suatu hal. Berarti orang itu telah berbuat syirik. Bukankah hanya Allah Dzat Penolong, bukankah kita cuma diperintahkan untuk memohon dan menyembah hanya kepada-Nya." Jelas Kang Bejo.

"Weeeeh... Keren amat omongan ente, dapet dari mana tuh? Celetuk seorang teman.

"Hehehe, kemaren boleh dapet dari pengajian pesantren sebelah." Jawab Kang Bejo.


Kenitra, 11 Juni 2009.

Tidak ada komentar: