Sabtu, 04 Juli 2009 09:51 WIB
JAKARTA--MI: Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni minta kepada para santri yang hafal Al Quran dan mahiar Bahasa Arab untuk ikut pendidikan Maahad Al Quran di Pondok Pesantren Darul Muzari'in Al Islamiah, Karang Bolong, Pandeglang, Banten.
"Di negeri ini banyak santri yang hafal Al Quran, tapi yang hafal dan mahir Bahasa Arab sangat langka," kata Maftuh di Jakarta, Sabtu (4/7).
Ia mengatakan, persiapan pendidikan maahad Al Quran di Pondok Pesantren Darul Muzari'in sudah matang. Pada September mendatang sudah dapat dilaksanakan. Semua biaya selama perkuliahan dibebasakan. Cuma santri yang ikut pendidikan untuk gelombang pertama ini dibatasi, 25 santri.
"Kita membebaskan 25 santri lelaki saja. Semua biaya perkuliahan, penginapan di asrama dibebaskan. Hanya saja, untuk makan sehari-hari, santri harus cari sendiri," kata Maftuh.
Pondok Pesantren itu sendiri, aku Menag, akan dipimpin langsung oleh dirinya sendiri. Memimpin sebuah pondok pesantren merupakan obsesi Maftuh sebelum ia menjadi Duta Besar di Arab Saudi.
Mengenai tenaga pengajar, ia mengatakan, semuanya berasal dari negara Timur Tengah. "Saya tak membayar para pengajar, tetapi atas komitmen sejumlah tokoh dan ulama dari negara sahabat itu. Mereka bersedia mengirim pengajar ke sini," katanya.
Sumber: www.mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar